Nyamannya Bersantai di TAMAN TROPIS RUMAH MEDITERANIA

NAMUN, masih banyak kantung-kantung hijau di seputar pemukiman elite yang terletak tidak jauh dari jalur bulevar Jakarta yang dapat dimanfaatkan. lnilah yang menjadi pertimbangan utama pemilihan kapling rumah tinggal yang pemiliknya gemar berinteraksi dengan alam. Luas lahan yang memadai menambah dukungan terhadap kebutuhan akan hunian nyaman yang dekat dengan alam ini.

Pada perancangan awal konsep bangunan pemilik menghendaki ada interaksi di hampir setiap bagian rumah. ltulah sebabnya inner court yang cukup luas di bagian tengah menjadi satu area yang ‘dimanfaatkan’ untuk merealisasikan tuntutan tersebut. Semua ruang-ruang dalam berorientasi pada inner court yang didesain simpel dengan konsep yang senada dengan konsep bangunanlainnya, yaitu mediterania.

Di sisi lain ruangan yang menghadap ke taman belakang diolah maksimal. Sebuah kolam renang yang luas dan teras yang lega dan nyaman memberi ruang maksimal untuk melakukan kegiatan di taman pribadi ini. Konsep lanskap seperti ini lebih menge­ depankan terjadinya interaksi antara ruang­ ruang dalam dan ruang luar terutama pada taman belakang.

Kolam renang merupakan pusat aktivitas utama di taman belakang. Kolam berbentuk persegimelebardengansebuahkolam rendam(Jacuzzi)berpolabundarmenempatiujung di salah satu sisi kolam. Berseberangan dengan kolam rendam tersebut dibangun gazebo yang menempati ruang yang juga berbentuk bundar. Komposisi simetris ini menjadisatu karakter kuat yang “bersinergi”dengan bangunan rumah bergaya mediterania.

Pemilik menyukai taman yang alami dan asri. Dalam hal ini desainer lanskap memilih konsep taman tropis dengan masukan dari pemilik rumah. Pemilik menyetujui konsep taman tropis karena taman ini mudah merawatnya. Jenis tanaman yang digunakan tidak perlu mahal yang penting warna hijau mono-kromnya mampu memberikesan teduh dan menyejukkan mata.

Melangkah ke taman belakang terasa berkesan sangat terbuka. Komposisi taman hanya dikon sentrasikan pada area-area ujungdandisepanjangdindingpagar kapling yang masif. Area di seputar teras, kolamrenangdan ruangservissengaja dibuat terbuka dan diberi pengerasan. Dengansistemsepertiiniaktivitasdapat dilakukan lebih maksimal pada area yang menyerupai plaza ini.

Dinding pagar belakang diolah dengan pola yang bervariasi dari batu alam berornamen. Permainan tekstur pada finishing dindingnya diberi warna natural asli plesteran untuk meredam silau cahaya Konsep ini dimaksudkan untuk mengurangi kesan masif dinding. Pola ornamen dinding seakan-akanmenjadi lukisan berbingkai bila dilihat dari ruang keluarga.

Keberadaan taman depan hanyalah untuk menyempurnakan tampak bangunan. Dalam hal ini taman depan diberi “sentuhan” Bali dengan menghadirkan hard material seperti pedestal rumah lampu dan pedestal penyangga pot simetris yang melengkapi teras utama. Komposisi soft material dirancang dari dua arah sebagai “pelunak” fisik bangunan yang terasa keras dan kokoh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *